Jumat, 21 Juli 2017

My Journey: Melatih Kemandirian Anak #9

Game level 2: Tantangan 10 hari melatih kemandirian

Sedikit cerita tentang malam yang lalu, saat kaka mengganti seprai untuk kali ketiga. Seperti dugaan saya, tak keluar kata keluhan. Tampaknya ia mulai terbiasa untuk mengganti seprai tempat tidurnya sendiri. Benar-benar bisa karena terbiasa, Alhamdulillah.

Lanjutan, melatih kemandirian saat makan.

Sebenarnya saya tak terlalu khawatir anak tidak mau makan, toh kalau lapar saya yakin ia akan minta sendiri. Meski demikian, saya tetap menawarkan makanan secara rutin di waktu sarapan, siang hari dan sore menjelang malam.

Saya sedikit mengkhawatirkan sifat kecil saya dulu: pemilih dan kadang suka membuang-buang makanan, Astaghfirullah... Sesuatu yang saya sesali saat dewasa.

Suami, tidak suka membuang-buang makanan, kecuali memang sudah tidak bisa dimakan (lirik perut). Suami seringkali memberi contoh dengan menunjukkan piring yang licin setelah makan pada anak-anak.

Pengalaman yang lalu dan melihat kebiasaan makan suami, membuat saya memiliki kebiasaan cenderung memberi sedikit dulu makanan, baru tambah kemudian jika kurang.  Jadi jarang sekali anak-anak menyisakan makanannya hingga terbuang.

Nah, kali ini saya mencoba meminta mereka mengambil sendiri makanan yang akan dimakan untuk makan siang (kebetulan nasinya dikukus pagi, jadi tidak panas saat diambil siang ini). 

Kalau melihat dari cara memegang centong nasi, keduanya agak kaku harus terus dilatih tampaknya. Dilanjutkan dengan makan sendiri meski tidak hingga selesai, kaka hampir menyerah tidak habis, karena lauknya keburu  habis, sementara dede kesulitan menyuir lauknya. Setelah mendapat bantuan, makanan tidak bersisa.

Dengan mengambil makanan sendiri, berarti mengajak mereka belajar bertanggung jawab menghabiskan makanan yang mereka ambil sendiri. 


#Level2
#Day 9
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar