Senin, 11 Desember 2017

Food: Memeram Alpukat

Pagi-pagi (8/12) belanja alpukat mentah yang kebetulan nangkring dekat sekolah anak-anak. Dua hari lagi matang, gitu kata penjualnya. Tanpa banyak tahu soal alpukat, saya langsung belanja, pakai feeling jadi saya pilih alpukat yang kulitnya mulus tak terlalu banyak goresannya.

Dua puluh ribu ditukar dengan delapan buah alpukat yang ukurannya kecil-kecil. Begitu sampai rumah, langsung deh browsing cara memeram alpukat.

Ada dua cara yang akan saya coba, yaitu benamkan dalam beras dan cara kedua dengan memotong pangkal buah.
Untuk cara pertama, saya cukup membenamkan alpukat kedalam beras.

Cara kedua, saya memotong sedikit bagian pangkal buah dan menutupnya dengan potongan kertas roti dan segera dibalut dengan selotip bening.

Setelah 2 hari (10/12), alpukat yang dipotong bagian pangkal mulai terasa empuk. Karena penasaran segera saya potong di bagian tengah.

Hasil potongannya berwarna hijau kekuningan, bersih merata.

Sementara alpukat yang dimasukkan dalam beras kulitnya mulai berubah kecoklatan namun masih keras. Pada hari ke-3, saya baru membelahnya. Isinya tak jauh berbeda dengan alpukat hari sebelumnya.

Sejauh ini dari masing-masing kelompok perlakuan, menunjukkan bahwa pemotongan di bagian pangkal lebih mempercepat proses pematangan alpukat. Meski memerlukan tenaga 'lebih', namun hasilnya sebanding: lebih cepat dan matang merata.

Jadi bolehlah metode potong pangkal jadi pilihan pertama tuk mendapat buah alpukat matang merata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar