Tampilkan postingan dengan label Bunda Sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda Sayang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day10

Kekurangan saya adalah kurang suka beraktivitas fisik di luar rumah, akhir pekan biasanya saya hanya melatih kekuatan kaki kecil anak-anak dengan berjalan-jalan agak jauh di sekitar rumah. Saya sangat jarang mengajak mereka melakukan olahraga seperti main bola di halaman. Biasanya peran ini diambil oleh suami saat kami belum mengalami ldm seperti kini.

Padahal selain lego dan puzzle, dede terlihat bersemangat bila diajak bermain fisik. Kadang tiba-tiba saja saya dan dede sudah telibat dalam 'perang' lempar bola, bila sudah begini dede terlihat sukar berhenti bermain.


Ada dua kesempatan yang membuat mata saya terbuka, yakni saat berkunjung ke villa istana bunga dan ke Depok kemarin, ketika dede berkesempatan bermain bola di luar ruangan. Gerak lincah dan semangatnya menggambarkan bagaimana ia menyukai kegiatan ini. Agak sulit memintanya berhenti bila sudah mulai bermain.

Yang terlintas kini, adalah menggali perasaannya dan berusaha memfasilitasinya bila diperlukan.
-----------------------------

Sabtu, 13 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day9

Akhir pekan kami mengunjungi keluarga di Depok. Begitu tahu rencana akhir pekan ke luar kota, kaka segera mengemasi perbekalannya: atlas, binder, buku cerita. Tak mau kalah, dede pun segera mengemasi perbekalannya: mainan, mainan dan mainaaaan.

Perjalanan yang memakan  waktu sekitar 2,5 jam, dihiasi segudang pertanyaan yang meluncur  dari bibir kaka. Mana gunung tangkuban perahu? Kita di kota apa? Ia pun rajin memerhatikan nama- nama kota yang dilewati.

Begitu tiba di depok, baik kaka dan  dede segera menyibukkan diri dengan kesenangannya masing-masing. Kaka segera terlibat  obrolan seru dengan pakdenya -membahas atlas tentunya-. Dede meski sudah membawa bekal mainan, tetap saja asik bermain dengan mainan milik sepupunya tentunya.

Agenda rutin saat berlibur ke Depok adalah bermain di taman dan membaca buku. Jadi selain membaca atlas dan bermain dengan mainan bekal dan koleksi, kegiatan yang juga membuat mereka selalu bersemangat apalagi saat cuaca tak begitu terik.

Keseruan bermain bersama saudara, memberi kesempatan pada kaka dan dede saling mengenal, bekerjasama maupun berkonflik. Ini menjadi salah satu waktu yang tepat mengembangkan kecerdasan baik interpersonal maupun internasional.
-----------------------------

Jumat, 12 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day8

Semenjak mendapat atlas baru, kaka semakin lengket dengan atlasnya. Hari ini, tanpa sepengetahuan saya ternyata kaka membawa atlasnya ke sekolah (saya benar-benar baru tahu saat ia membuka atlasnya sambil duduk di samping ibu guru).

Sebelum kelas berakhir, ia mendatangi saya sembari menunjukkan lembaran atlas yang tercecer (iyaah, kok jilidnya ngga kuat gini yaa). Beberapa temannya mengikuti, lalu mereka asyik melihat gambar hewan dan planet dari atlas.

Kegiatan lainnya yang dilakukan kaka adalah membolak-balik halaman (iya..awalnya saya percaya ia hanya membolak-balik atlas barunya), tapi tak berapa lama kemudian ia menyebutkan perbedaan antara atlas yang baru dan yang lama. Misalnya di atlas yang baru tak tergambar gunung sinabung, perbedaan penulisan nama kota kecil pun tak luput dari perhatiannya.

Saat saya bertanya apa yang berbeda, saya melihatnya tersenyum bergegas mengambil atlas dan menunjukkannya pada saya (padahal sebenarnya ia tengah menonton tv). Saya merasa saat ini ia mang tengah mabuk atlas.
-------------------------------
Setelah kemarin mengutak-atik baut di handy talky (ia berhasil memasangnya kembali!), hari ini ia sibuk dengan mainan lama miliknya.

Sebuah set lego berukuran kecil yang banyak dijumpai di minimarket, sejak pulang sekolah hingga menjelang jumatan ia sibuk menyusun puzzle legonya. Yang istimewa dari dede, bila saya memintanya membereskan lego maka ia akan melepaskan satu persatu keping lego yang telah disusun.

Andai itu saya, maka yang saya akan lakukan adalah menjaga lego tetap utuh tersusun dan mengembalikannya kedalam wadah. Tapi tak demikian dengan dede, tak masalah baginya untuk menyusun kembali, dan ia selalu terlihat asyik dengan kegiatan susun menyusun semacam ini.
------------------------------


Kamis, 11 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day7

Proyek Poster Rumah Adat 34 Provinsi

Kami belum melanjutkan proyek poster kami. Alasannya adalah, pagi ini saya berkesempatan mengunjungi salahsatu toko buku di kawasan jalan Supratman, salah satu tujuannya untuk meng-update atlas kaka. Yeay akhirnya..

Agak bingung sih saat mencarinya, rasanya semua isinya sama saja, hanya berbeda warna sampul dan penerbit (mengapa begini? Entahlah). Tak terlalu lama, saya mengambil sebuah atlas bersampul biru dari rak, yang belakangan saya sesali karena ternyata kertasnya mudah lepas akhirnya harus saya olesi lem setiap lembarannya (duuh..nambah pekerjaan tangan). Saya justru menghabiskan waktu lebih lama di area buku anak, mencari buku untuk berkisah, saking lamanya nggak ke toko buku saya sedikit jadi kalap.

Nah, begitu tahu kalau saya sudah membeli atlas yang baru, langsung deh kaka sibuk membolak-balik halamannya, yang cukup lengkap karena disertai gambar rumah adat, pakaian adat, senjata tradisional, lebih lengkap dibandingkan atlas sebelumnya. Akhirnya hingga menjelang petang, kami belim belum melanjutkan lagi proyek kami.
------------------------------

Proyek Puzzle 4x3

Kali ini saya berusaha membuatkan gambar McQueen di sehelai kertas, membiarkan dede mewarnai dan terakhir menempel serta mengguntingnya menjadi puzzle 12 keping.

Kegiatan membuat dan memainkan puzzle sepertinya memang menyenangkan baginya. Meski saya merasa tantangannya perlu ditingkatkan. Bahkan suami menyarankan untuk menyerahkan puzzle 500 keping untuk si bungsu. Saya hanya dapat menggernyit mendengarnya, ..hmm.. mungkin nanti akan saya coba.

Ah, kali ini sembari saya senam jari, dede nampak asyik duduk di samping saya. Sebelah tangannya memegang handy talky, sementara lainnya memegang obeng. Satu handy talky sudah terbuka di bagian baterainya, sementara satunya on process.

"Kenapa di bongkar dek?", tanya saya.

"Nggak, cuma lihat aja", jawabnya kalem sembari meneruskan pekerjaannya.

Nampaknya ada lagi hal yang membuatnya anteng dan betah duduk lama: mengutak atik benda berbaterai!
------------------------------

Rabu, 10 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day6

Proyek Rumah Adat 34 Provinsi

Hari ini kami mulai mendata dan menuliskan nama-nama rumah adat di Indonesia. Saya membantu membuat tabel sederhana untuk tempat menulis nomer, nama provinsi dan nama rumah adat.

Pada praktiknya kaka menyebutkan nama provinsi dan 'perkiraan' nama rumah adatnya, lalu saya melakukan pengecekan dengan berselancar di google. Dari 10 provinsi yang kami cari hari ini ada 7 rumah adat yang kaka sebut dengan tepat  sementara untuk tiga lainnya yaitu Jawa barat, Jawa timur dan NTB karena ada beberapa pilihan (lebih dari 1 rumah adat), kaka saya minta memilih satu saja.

Kaka terlihat tekun ketika mengerjakan proyek ini, ia berusaha mengingat, dan bersemangat menunggu hasil pencarian rumah adat. InsyaAllah ini akan kami lanjutkan hingga beberapa hari kedepan.
------------------------------

Proyek Puzzle 3x3

Proyek yang terlintas ketika mengamati dede yang gemar mengutak-atik mainan, adalah membuat puzzle.

Saya mengawalinya dengan obrolan santai, mengajaknya menggambar dan menjadikan karyanya puzzle. Ia menanggapi dengan bersemangat tanpa banyak alasan ia segera membantu mencari bahan-bahan yang kami perlukan.
Saya membantunya menggambar, dede mewarnai, dilanjutkan  dengan menempelkan gambar diatas karton dan mengguntingnya menjadi 9 kepingan puzzle.


Awalnya dede mengatakan 'susah tak ada alas puzzlenya' saat saya minta menyusun, akhirnya saya bantu memberi contoh. Setelah memerhatikan, akhirnya ia bisa menyusun sendiri, dan beberapa kali menunjukkan hasilnya sambil tersenyum senang

------------------------------

Selasa, 09 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day5

Sembari mempersiakan rencana untuk proyek bersama kaka. Kali ini saya mencoba mengamati dede dengan lebih saksama.

Dede, di usianya yang menginjak tahun ke 5, masih berfokus dengan kegiatan bermain, baik itu bermain bersama maupun secara mandiri. Ia sudah dapat berinisiatif untuk bermain di luar rumah atau di dalam rumah saja.

Jenis permainan yang ia suka cukup beragam, namun akhir-akhir ini ia sangat suka dengan jenis robot-robotan yang bisa berubah bentuk. Ia tidak memerlukan waktu lama untuk belajar dan segera asik mengutak-atik mainannya dan mengembalikan ke bentuk semula.

Dari kemampuan bersosialisasi saya melihat perkembangan kecerdasan interpersonalnya yang terus meningkat.
Jika di level PG ia masih malu-malu, dan kadang enggan sekolah bahkan bersembunyi dibelakang tubuh saya, saat ini ia terlihat lebih bersemangat.

Senin, 08 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day4

Selain terlihat tengah menggemari peta, saya memerhatikan bahwa ia pun gemar berbicara. Ia tak ragu untuk bertanya bahkan bercerita bila telah merasa nyaman dengan lawan bicaranya.

Bila saya memintanya bercerita, ia tak terlihat kesulitan untuk menemukan ide cerita. Seperti sore ini, saat saya memintanya bercerita.


"Ada seekor musang bernama Boas", dan bla..bla..bla..

Geli saya mendengarnya, ia memakai nama kaka yang mengasuhnya dikidsco kemarin, ditambah dengan imajinasinya. Beberapa saat berselang, saya memintanya menceritakan kembali dan ia tampak gembira melakukannya, cerita yang sama meluncur dari bibirnya namun dengan ending yang berbeda.

Sedikit yang unik darinya adalah, ia senang membuat suara gaduh. Kadang ia menyanyikan lagu dengan suara keras (padahal ia tahu saya tak menyukainya), kadang berteriak dengan gaya ala orang memberi pengumuman. Saat ini saya jadi memikirkan, apakah ini bentuk 'protes' nya agar mendapat perhatian saya saat ia ingin menyalurkan kebutuhannya untuk berbicara?

Minggu, 07 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day3

Hari ini saya dan anak-anak mengikuti famgath pengurus IIP kota. Sesuatu yang baru bagi saya, mengajak kaka dan dede bepergian cukup jauh tanpa ada 'bala bantuan'.

Sejak beberapa hari sebelumnya saya telah membicarakan rencana ini dengan anak-anak, bahwa mereka akan berkegiatan di kidsco tanpa saya.

Hari H, sepanjang perjalanan kaka tampak mengagumi pemandangan yang ia lewati, rasa takjubnya terlontar.
"Subhanallah, indah yaa".
Ia terus menanyakan nama gunung dan bukit yang terlihat olehnya.
"Itu Tangkuban perahu? Itu bukit tunggul? Tante Puput tinggal dimana? Di gunung Manglayang?".

Kaka tak tampak canggung meski saat itu kami nebeng kendaraan teman menuju ke tempat kegiatan, mungkin karena kami pernah mengajak kaka berkunjung dan beberapa kali bertemu dengan keluarga Puput (thanks tante Uput n fam).

Dede tak henti ikut mengamati, setiap kali mendengar kaka menunjuk sesuatu, tak banyak kata namun matanya mengikuti.

Ketika kami tiba di lokasi acara, tiba-tiba saja kaka berkata kalau inginnya berkegiatan dengan saya saja.
Dede, justru terlihat pede saat ditanyai nama ia pun tampak lebih luwes berkomunikasi dengan kakak dari PAS yang baru pertama kali dikenalnya.
Kaka, pada akhirnya mau setelah dibujuk kakak pengasuh, rupanya ia butuh adaptasi yang lebih lama untuk dapat berkegiatan bersama.

Cukup lama kami berkegiatan secara terpisah. Hingga tiba saatnya pulang, kaka beberapa kali mendatangi saya merajuk meminta ini dan itu, meski akhirnya mau kembali berkegiatan secara terpisah, dan sebenarnya saat bergabung di kidsco ia  terlihat cukup nyaman.

Satu kesimpulan saya adalah, saya harus lebih serius membantu kaka untuk menemukan apa yang ia suka dan ia bisa untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya.
------------------------------


Hari ini saya tutup dengan ucapan terimakasih pada keduanya, karena menemani saya berkegiatan bersama member IIP lainnya. Lelah pasti, tapi insyaAllah berbanding dengan rejeki silaturahim serta banyaknya pula ilmu yang didapat hari ini.
Alhamdulillah..




Sabtu, 06 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day2

Kali ini saya masih mengamati kegiatan keseharian kaka, yang belakangan itu lagi- itu lagi. Masih dengan atlas dan teman-temannya, yang membuatnya betah berlama-lama mengamati bahkan mulai berkarya.

Kaka, sering kali membuat saya terkejut akan kemampuannya.

Semalamam sebelum tidur ia terlihat sibuk sendiri di samping tempat tidur.

Tak lama ia menunjukkan hasilnya, sebuah peta!

Pulau Sumatra dan Kalimantan dilengkapi nama-nama Provinsinya. Dengan segala keterbatasannya ia membuat peta sederhana versinya sendiri (biasanya ia kurang menyukai kegiatan menggambar). Saya agak terharu dibuatnya..

------------------------------
Disaat saya mulai mengantuk, tiba-tiba saya mendengar kaka menyebut-nyebut Bandar seri begawan, saya jadi penasaran untuk bertanya padanya..

Saya: "Bandar seri begawan itu apa?"
Kaka: " Ibu..ibu.. ibukota Brunei"
Saya: "Kalau Indonesia?"
Kaka: "Jakarta"
Saya: "Malaysia?"
Kaka: "Kuala lumpur"
Saya: "Inggris?"
Kaka: "London"
Saya: "Kaka tau dari mana?"
Kaka🏻: ... (Ia menunjuk dinding, poster bendera negara-negara di dunia)
Saya: (oalaaah...😍)

Rupanya ia cukup jeli mengamati dengan teliti informasi dari poster yang terpasang didinding.

Jumat, 05 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day1

Kaka semakin sering mengeksplor atlasnya. Hal-hal yang ada kaitannya seperti rumah adat, pakaian adat dan bendera negara-negara pun menjadi salah satu perhatiannya. 


Saya ingat, sebelum tidur semalam ia mengamati rumah adat Gorontalo.

"Gorontalo dimana bun?".

"Seingat bunda Sulawesi kak".

"Sulawesi apa?", Ia bertanya lagi..ini seperti saat saya menanyakan tentang rumah gadang padanya.

"Wah, bunda tidak hafal..., harus lihat peta kak", saya mendengar ia mengeluh tanda tidak puas.

Ia terus memandangi gambar agak lama.

"Sepertinya Sulawesi Utara, iya bun?", Ia meminta jawaban 'ya' dari saya.

"Mungkin...", Jawab saya kurang yakin.

Dan tampaknya tanya yang belum terjawab itu ia bawa kedalam tidurnya.

Bangun tidur,  setelah sejenak meminta elusan di punggung, ia segera beralih ke poster rumah adat.

"Nanti aku mau tinggal di rumah adat yang ini (bolon), bunda yang ini (gadang), dede yang ini (limas)", ia menunjuk gambar-gambar rumah adat di hadapannya.

Obrolan kami berlanjut dengan membahas, mengapa rumah adat banyak yang terbuat dari kayu bukannya semen. Saat itu, saya lebih mengaitkan dengan kondisi Indonesia yang dahulu kaya akan hutannya. Sebenarnya ini erat kaitannya dengan ranah interpersonal, saya bisa menggali lebih dalam dan mengikat makna ciptaan Allah berupa hutan tropis di Indonesia (tapi nampaknya saya tak cukup dalam tadi).

Menurut saya, ketertarikan kaka saat ini menunjukkan perkembangan kecerdasan visualnya. Sejauh ini beberapa fasilitas pendukung seperti peta dan poster telah tersedia, meski sebetulnya belum cukup. Beberapa kali ia mencoba menggunakan sarana 'ok google' dan google maps, namun saya batasi dan awasi, karena biasanya ia justru memperluas pencariannya ke topik-topik lain, dan menurut saya ini cukup riskan.

------------------------------

Pagi ini saya baru sempat mengecek, mengapa kaka berkesimpulan bahwa Gorontalo berada di Sulawesi Utara. Rupanya ia memperhatikan adanya gambar rumah adat dari Sulawesi Utara yang mirip dengan gambar rumah adat Gorontalo (hahaha, gimana ini pembuat poster?).

Namun setelah saya kembali berselancar, saya menemukan beberapa fakta lain. Diantaranya adalah provinsi Gorontalo berbeda dengan Provinsi Sulawesi Utara. Prov Gorontalo, menurut literatur terbentuk di tahun 2000. Di dalam penjelasan lainpun dituliskan bahwa rumah adatnya bernama Bandayo Poboide, berbeda dengan poster yang menyebutkannya sebagai Dolohupa/pewaris.

Kesimpulannya adalah saya benar-benar harus ikut belajar bersamanya.
------------------------------

Sabtu, 04 November 2017

My Journey: Iqra day10

Kembali memasuki akhir pekan, dimana agenda sedikit kendor dan saya memutuskan untuk rehat sejenak dari rutinitas mingguan.

Tak ada agenda luar rumah, cukup menikmati Sabtu dengan aktifitas yang kurang produktif, seperti menonton tv, membaca cerpen misteri dari kaskus.. ya saya membaca fiksi, rasa penasaran mendorong saya untuk membaca dengan cepat hingga tuntas, beda halnya dengan buku non-fiksi yang kemarin harus saya baca berhari-hari.

Namun terasa ada yang salah, saya merasa mulai tak dapat mengendalikan emosi karena ambisi untuk tuntas, saya mudah meledak sesiangan tadi, tampaknya ada yang perlu saya perbaiki disini...πŸ˜“.

Iqra day10

Sore ini kaka memilih membaca sendiri buku Dongeng Tujuh Menit, karya Clara Ng yang berjudul Kancil yang Baik. Seolah melanjutkan lagu anak yang selama ini sering disenandungkan..

"Si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun.."

Namun diceritakan bahwa kancil sudah sadar dan ingin memperbaiki imejnya, hihi.. cukup menarik ya idenya.

Kaka membaca hingga tuntas, sesekali saya bertanya mengenai isi cerita padanya, seperti mengapa pak tani tak suka pada kancil. Dari jawabannya, saya merasa kaka cukup paham dengan bacaannya.

Dede yang biasanya selalu ingin tahu saat kaka membaca, kali ini hanya bergabung sebentar, dan malah meminta kertas untuk menggambar. Ok, mungkin nanti malam bisa dicoba dengan cerita atau kisah lainnya.

Jumat, 03 November 2017

My Journey: Iqra day9


Iqra day9

Alhamdulillah, berhasil juga melahap habis Teach Like Finland, yeaaay πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Buku yang membahas bagaimana guru-guru Finlandia mengajar murid pada umumnya ini cukup berat, dan ternyata saya perlu sembilan hari lamanya untuk sampai di halaman terakhir.

Sejauh ini saya mungkin hanya bisa berharap kelak sistem pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik, dan sesuai dengan kebutuhan generasi penerus, tak melulu menomer satukan deretan angka melainkan kebahagiaan siswa.

Buku bacaan anak-anak hari ini tidak banyak, kaka membolak-balik majalah Bustanul Athfal dan membaca beberapa cergam didalamnya, sedangkan dede masih asik memerhatikan buku Aku Jago Menggambar Monster.

InsyaAllah menjelang tidur nanti saya akan membacakan buku kisah Nabi Ishaq untuk anak-anak, rutinitas yang masih terus saya bangun, mudah-mudahan dapat dipetik manfaatnya kelak..

Jelang malam, ternyata saya tidak jadi membacakan kisah nabi, justeru adik saya yang membacakan cerita The Clever Princess (kaka yang memilihnya) untuk anak-anak, meski agak kurang cocok untuk anak-anak, namun ia telah berusaha menerjemahkan dan memperbaiki beberapa bagian agar lebih baik untuk didengar anak-anak. Thanks sist😊.

Kamis, 02 November 2017

My Journey: Iqra day8

Hari ini waktunya menanam buah dan daun anggur. 


Ternyata rekor terbanyak dipegang sama kaka nih. Dia terlihat bangga dengan prestasi membacanya, lanjutkan ya ka! Dede pun senyam-senyum waktu melihat bulir anggurnya bertambah meski sedikit, semangat ya de!



Show, don't tell

Alih-alih mengajak membaca secara langsung, kadangkala kita hanya perlu menunjukkan apa yang kita inginkan dan mereka akan melakukannya tanpa diminta.
Ini yang saya alami ketika membaca Quran. Saya berusaha menyempatkan membaca Quran selepas magrib dan membaca terjemahnya. Dan saya perhatikan, meski masih menunjukkan sikap cuek ketika saya membaca ayat suci, namun ketika tengah membaca terjemahnya saya sering dikejutkan dengan pertanyaan-pertanyaan kaka yang tiba-tiba datang mendekat.
"Zalim itu apa?",  "Cerita Nabi Sulaiman dong bun", dan berbagai pernyataan lainnya yang menunjukkan bahwa kaka berminat dengan terjemah Quran yang saya bacakan.


Iqra day8

Hari ini kaka membaca juz amma surat An Nashr beserta terjemahannya. Dilanjutkan membaca cerpen Tamu Dari Masa Depan, yang terdapat di buku Hujan Warna-warni, seperti biasa dede kemudian ngepoin kakanya πŸ˜….
Malam ini rencananya saya akan bacakan kisah Nabi Ismail sebelum tidur untuk mereka (ternyata akhirnya saya membacakan kisah Nabi Yusuf atas permintaan anak-anak 😊).
Dan sementara itu saya belum mencapai target menuntaskan bab 3, huft... Semoga besok lebih baik ya🌷

Rabu, 01 November 2017

My Journey: Iqra day7

Sudah hampir seminggu aja nih kegiatan membaca dan menanam pohon anggur literasi. Kegiatan membaca, sebenarnya sudah mulai terjadwal, jika hari biasa maka anak-anak akan mulai membaca bada magrib, dan di hari libur ini menjadi lebih fleksibel.

Sementara saya, nah ini dia.. saya masih belum bisa menjadwalkan secara khusus untuk membaca, walhasil target jumlah halaman membaca masih fluktuatif πŸ™ˆ. Pe-eR bertambah nih 😷...

Nah, kapan waktu membuat laporan ini?
Saya ngebut..bener-bener ngebut di saat anak-anak membaca secara mandiri saya memulai dokumentasi. Mengambil gambar yang langsung diedit dengan photogrid utamanya untuk diberi tanggal. Menulis kilat dengan Evernote, baru setelah itu copas dan menggabungkan keduanya di blog.
Dengan catatan, postinglah sebelum ketiduran hehehe.

Lalu bagaimana nasib pohon anggurnya? Saya tidak setiap hari membuat buah dan daun, tetapi tiga hari sekali. Selama tiga hari saya mencatat judul buku yang kami baca, dan setelah tiga hari saat anak-anak sekolah saya baru menanami pohon anggur dengan daun dan buah.

*Sekian curhatnya😘*

Iqra day7

Hari ke-7, seperti biasa selalu diawali dengan pertanyaan:

"Kaka udah baca apa hari ini?"

Nah.. kenapa kaka bukan dede?
Ini karena kaka memang sudah sampai di tahapan bisa membaca mandiri, suka kompetisi, cocok laah buat mancing.

Mancing? Iya, biasanya dede kurang antusias dengan kegiatan membaca, buku fav-nya masih terbatas dan masih belum bisa membaca mandiri.

Dede justru asik dengan pesawat Lego-nya ketika tiba reading time.





Begitu kaka mulai membaca lantang, jengjengjeeeeeng dede perlahan tapi pasti mendekaat, mendekaaat sampai sengaja mbawa teh buat menikmati bacaan kakaπŸ˜‚.

Dan begitu kaka selesai membaca, si buku sudah berpindah tangan.

Oiya, hari ini saya hanya berhasil membaca sekitar 12 halaman buku Teach Like Finland, juga membacakan kisah Nabi Musa buat anak-anak. Sementara bacaan kaka hari ini adalah mio komik yang berjudul Sahabat Baru.

Selasa, 31 Oktober 2017

My Journey: Iqra day6

Iqra day6

Hari ini saya membuat rekor dengan menuntaskan sekitar 32 halaman (bab 2) buku Teach Like Finland, sekaligus membuat catatan pendek berisi poin penting yang telah saya baca sebelumnya. Menurut saya ini penting, mengingat sifat saya yang agak pelupa πŸ™ˆ.

Sementara seperti biasa, bada maghrib Kaka dan dede berkegiatan membaca bebas, dan memilih majalah Bustanul Athfal, dan juz amma (ini mah kaka ya, membaca surat As-Syams dan terjemahnya). Sementara kegiatan membaca buku kisah Nabi dan Rasul diliburkan dulu.. bundanya sepertinya mulai diserang gejala flu dan kawan-kawannya 😷.

Senin, 30 Oktober 2017

My Journey: Iqra day5

Iqra day5

Akhirnyaa, saya bisa menyelesaikan bab1 dari buku Teach Like Finland (iya baru satu babπŸ˜…). Sebenarnya bukunya tuh menarik dan aplikatif, namun bukan jenis bacaan yang ringan yang membuat saya nagih dan ingin segera menuntaskannya. Ini seperti tart yang harus dimakan perlahan dan perlu jeda sejenak untuk mencernanyaπŸ°πŸ˜‹.

Bagaimana dengan kaka dan dede?
Peralihan dari hari libur ke hari sekolah, hingga menjelang magrib mereka masih belum menyentuh buku untuk dibaca. Biasanya menjelang tidur kaka mulai merambah lemari buku dan membaca. Kalaupun tidak, rencananya bada isya saya akan menceritakan kisah Nabi Saleh dari buku 25 Nabi dan Rasul.


Lepas magrib, kaka dan dede mulai menyentuh buku. Kaka memilih membaca cergam di majalah Bobo, karena ia membaca dengan agak keras jadilah dede tertarik ikutan. Mesra? Ooh big no! Awalnya kaka merasa terganggu dengan dede yang duduk didekatnya. Akhirnya saya terpaksa turun tangan.

"Ka, kaka nanti dapat catatan kebaikan loh, karena membacakan untuk dede yang belum bisa membaca", selanjutnya kaka tak terlalu mempermasalahkan dede yang ndesel-ndesel karena kepo😎.

Dan buku terakhir yang kaka baca sebelum tidur berjudul Mencari Tuhan. Kalau diperhatikan memang menjelang tidur adalah waktu 'tenang' yang cocok untuk membaca, lebih tepatnya membaca tanpa diminta πŸ˜…. Karena kondisinya saya sudah siap untuk istirahat, dan kaka justru berkata "Aku mau baca buku dulu ya", haah.. tak mengapa, toh dede juga bisa menyimak kaka bercerita sementara bundanya utak-atik hp sejenak (eh..πŸ™Š).

Minggu, 29 Oktober 2017

My Journey: Iqra day4

Iqra day4

Kami kembali ke rumah menjelang siang di Ahad yang mendung.
Sebelum istirahat siang, saya menyempatkan diri membacakan kisah nabi Hud pada anak-anak.

Kali ini saya membacakan kisah dari buku 25 Nabi dan Rasul, sesekali saya juga membiarkan mereka menikmati kisah melalui video maupun menggunakan aplikasi berkisah.

Rutinitas membaca kisah nabi mulai saya galakkan kembali sejak minggu lalu, setidaknya ada satu kisah yang dibaca setiap hari. Ini untuk mengimbangi kesukaan anak-anak membaca dan menonton dongeng fiksi.

Sementara saya berjibaku menuju akhir bab 1 Teach Like Finland, masih 12 halaman lagi πŸ™ˆ. Ternyata membaca di akhir pekan memang membutuhkan perjuangan yang lebih 😝.

Sabtu, 28 Oktober 2017

My Journey: Iqra day3


Tantangan hari ke-3 insyaAllah kami nikmati di Depok. Tengah hari yang cukup panas, membuat anak-anak menghentikan aktifitas bermain diluar. Meski tak lama, kaka dan dede menyempatkan diri membuka beberapa buku disini.


Iqra day3

Kaka memilih buku Asmaul Husna karya Eka Wardana, sementara dede terlihat tertarik pada buku Kereta Apiku.
Meski berlibur sejenak di luar kota, saya menyempatkan membawa bekal buku Kisah 25 Nabi. Jika tak berhalangan, maka malam nanti saya akan membawakan kisah Nabi Hud as.



Saya sendiri berusaha meluangkan waktu membaca buku Menjadi Orang Tua yang Asyik, karya bunda Wening, meski tak yakin bisa melahap satu bab hingga habis πŸ™ˆ. Sementara suami akhirnya ikut bergabung (yeaay akhirnya ada daun tambahan πŸ˜ŽπŸŽ‰) membaca artikel Kumpulan Bahan Safety and Health Talk.


Yang terasa dihari libur ini adalah kami lebih banyak menghabiskan aktifitas dengan berkegiatan diluar dan bersosialisasi, yang jarang kami lakukan di weekdays. 
Beruntung tempat yang kami kunjungi memiliki banyak koleksi bacaan sehingga bolehlaah sejenak mencuci mata dengan buku-buku dihari libur ini😍.

Jumat, 27 Oktober 2017

My Journey: Iqra day2

Hari ini godaan membacanya cukup berat, saya agak sibuk dengan agenda tambahan botram dari ibu-ibu di sekolah anak-anak, pun kaka dan dede sampai jelang ashar belum menyentuh buku bacaan. 
Aura gadget akhir pekan mulai tercium, apalagi besok rencananya kami pergi ke luar kota, duh.. keteteran ngga ya?
Cara memancingnya gimana? Ajak anak-anak baca buku, yuuk naak kita baca...?!

Iqra day2

Hmm, yang pertama saya lakukan adalah, membaca disekitar mereka, sayangnya ternyata itu belum cukup menggoda. Hingga akhirnya saya tanya langsung saja pada mereka..

"Udah baca buku apa hari ini ka?".


Tak perlu waktu lama, ia segera mengambil dan membaca beberapa buku. Buku pertama yang diambil berjudul Ruang Rahasia, karena tulisan yang cukup kecil akhirnya saya membacakan ceritanya untuk kaka.
Buku kedua yang dibaca adalah juz amma, ia membaca surat Al Gasyiyah ayat 1-26, saya membantu membacakan terjemahnya.
Ketiga, ia membaca salah satu cerita Pohon Harapan yang diambil dari buku Ketika Bumi Berhenti Berputar karya Clara Ng. Untuk buku ketiga ini ia membacanya sendiri, meski sesekali saya membantu memerbaiki huruf dan kata yang hilang, saya mencoba mengingatkan kaka untuk membaca dengan bantuan telunjuk.

Ketika saya melontarkan pertanyaan yang sama pada dede, ia justru mengambil buku Aku Jago Menggambar Monster, membolak-balik halamannya dan segera asik mengikuti petunjuk menggambar monster scream πŸ™ˆ. Buku ini mengajak anak 'membaca' tahap demi tahap menggambar 'monster'. Dan di usia ini, sepertinya dede lebih suka dan menguasai membaca gambar dibandingkan membaca huruf πŸ˜….

Saya sendiri hari ini hanya mampu membaca 10 halaman dari buku Teach Like Finland, padahal kemarin berhasil membaca 30 halaman isi dan pengantar, sebuah penurunan di hari yang sibuk ini. Semoga besok lebih baik (meski saya kurang yakin niih), happy weekend all 😘.

Kamis, 26 Oktober 2017

My Journey: Iqra day1

Semester baru di kelas Bunda Sayang 5, diawali dengan tantangan iqra, bacalah! 

Kali ini kami ditantang untuk membentuk kebiasaan membaca, mengagendakan family reading time serta mendokumentasikan kegiatan iqra keluarga kami salah satunya dengan membuat pohon literasi.


Iqra day1

Pohon literasi kami cukup sederhana, masih berupa gambar batang dan penyangga tanaman rambat untuk calon 'pohon anggur' kami.
Nantinya setelah membaca, saya dan suami akan menuliskan judul bacaan di bagian daun dengan dua jenis warna: hijau tua untuk saya, hijau kekuningan untuk suami. Sementara judul buku kaka akan ditulis di bagian buah anggur hijau, dede buah anggur biru (hehe, warna kesukaannya inimah). Semoga 'pohon anggur' kami dapat berdaun lebat dan berbuah banyak πŸŒΏπŸ‡πŸ‡πŸŒΏ.

Hari ini kami membaca bersama sepulang sekolah, berhubung anak-anak belum terlalu lapar dan diluar mulai turun hujan.

Kaka mengambil buku stiker barney dan membacanya sendiri, sesekali saya memperbaiki bacaan yang salah. Sejauh ini kaka sudah mulai lancar membaca. 
Dede memilih buku thomas, dan kami membacanya bersama-sama, saya memegang tangannya sembari menunjuk setiap kata yang tengah saya bacakan.
Karena buku yang dibacakan berbeda judul, akhirnya saya mencoba mengikat makna dengan metode tanya-jawab tentang nama tokoh dalam cerita dan apa yang mereka lakukan.


Saya baru membaca beberapa halaman buku Teach Like Finland saat anak-anak sekolah, akhir-akhir ini memang saya agak terlalu longgar dalam membaca buku πŸ™ˆ, harapan saya buku ini dapat saya lahap kurang dari seminggu.

Sementara diseberang sana suami saya membaca berita olah raga, hehe meski berjauhan tapi kebiasaannya selalu begitu...membaca artikel berita online tentang klub bola kesayangannya.