Selasa, 22 Mei 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume literatur
Berangkat dari diskusi mengenai remaja dan pacaran, kaitannya dengan membangkitkan fitrah seksualitas anak, saya tertarik untuk membaca kembali sebuah artikel mengenai sindrom peterpan dan cinderella compleks.
Artikel ini menjelaskan mengenai definisi, ciri, penyebab hingga solusi baik bagi orang tua maupun anak yang terkena sindrom tersebut.


Materi
Sindrom Peterpan dan Cinderella Compleks
Fenomena pasangan muda yang belum lama menikah akhirnya bercerai kian meningkat. Salah satu penyebabnya pada saat ”penjajakan”, masing-masing dari mereka tidak sempat mengenali pasangannya dari sudut pandang pengasuhan. Mereka tidak menyadari bahwa di dalam diri pasangan atau diri mereka sendiri, terdapat jiwa-jiwa peter pan dan cinderella.

Sindrom Peter Pan
Psikolog klinis Pustika Rucita, B.A.,MPsi, Psikolog mengatakan, pada pria dengan peter pan syndrome, ciri-ciri yang dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari yakni si pria sulit mengambil keputusan kemudian amat tergantung pada orang lain bahkan dalam hal kecil sekalipun.

Humbelina Robles Ortega, profesor di Department of Personality, Evaluation and Psychological Treatment, University of Granada menyatakan pria dengan peter pan syndrome biasanya takut merasa kesepian. Untuk itulah mereka selalu berusaha berada di antara orang-orang yang dianggap bisa memenuhi kebutuhannya.

Cinderella Kompleks
Sementara, wanita dengan cinderella kompleks memiliki rasa percaya diri yang rendah, manja, selalu merasa tidak berdaya, dan sama halnya pada pria dengan peter pan sindrom, wanita dengan cinderella kompleks pun sangat bergantung pada orang lain, bahkan dalam hal kecil sekalipun.

Dalam bukunya 'The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence', Colette Dowling menyebutkan wanita dengan cinderella kompleks memiliki ciri-ciri di antaranya takut untuk hidup mandiri bak seorang bayi. Dikatakan Dowling, pada masa bayi, seseorang amat bergantung pada orang tuanya, termasuk juga orang lain. Pada wanita yang sudah menikah, ketergantungan berlebih terutama pada sang suami atau orang lain, seringkali mereka sembunyikan.


Penyebab anak memiliki jiwa Peter pan & Cinderella, adalah:
- Orang tua yang selalu melindungi
- Orang tua yang membiarkan anak bermanja-manja secara berlebihan
- Orang tua yang tidak membangun jiwa BMM (Berfikir-Memilih-Mengambil Keputusan)

Beberapa hal yang menjadi pemicu adalah:
- Orang tua tidak siap menjadi ortu
- Orang tua yang kehidupannya dahulu sangat susah, sehingga kini memiliki ’dendam positif’ ingin memanjakan anak dengan berbagai kemudahan
- Ayah Ibu dengan pengasuhan bertentangan. 
- Orang tua yang lama sekali baru dikaruniai seorang anak.

Solusinya adalah:
- Laki-laki yang mengalami sindrom peter pan tidak akan mengalami kesulitan dalam pernikahannya, jika mendapatkan istri dengan karakter keibuan.
- Begitu pula sebaliknya, bagi sang ’cinderella’ yang mendapatkan suami dengan karakter ke’ayah’an yang kuat.
- Untuk istri-istri yang jadi ibu bagi peter pan  harus memahami mengapa suaminya bersifat kekanak-kanakan, harus mau berkorban dan ‘tega’ untuk membentuk kembali jiwa kemandiriannya.
- Untuk suami-suami yang jadi ayah bagi Cinderella juga harus memahami mengapa ia bersikap seperti itu dan ajak bicara secara baik-baik.

Cara menghilangkan ‘penyakit psikologis’ tersebut, adalah:
- Harus ada keinginan dalam diri sendiri untuk berubah
- Lingkungan harus mendukung
-  Jika diperlukan terapi, mengapa tidak ?
- Minta pertolongan kepada Allah

Penutup
Anak-anak kelak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang akan memasuki dunia pernikahan dan memiliki kehidupan rumah tangga sendiri. Pengasuhan kita kepada mereka sangat berpengaruh bagi perkembangan jiwa-jiwa mereka, agar mereka tumbuh menjadi perempuan atau laki-laki sejati.

Cinderella complex
Peterpan syndrom
https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-3121654/kenali-ciri-ciri-orang-dengan-peter-pan-syndrome-dan-cinderella-complex

Senin, 21 Mei 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume Presentasi Kelompok 5
Senin, 21 Mei 2018
Judul: Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak
Penyaji: Team Growing Mommy
Miranti, Ninik, Nurita

Materi
Awalnya paparkan 3 contoh kasus:
1. Pacaran, perzinahan yang berujung pada perceraian kedua orang tua dan hingga anak menjadi korban.
2. Kasus perceraian pasangan muda akibat sindrom peterpan dan cinderella kompleks.
3. Kasus LGBT yang tengah marak.

Beberapa contoh kasus tersebut mengingatkan kita akan pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas anak.

Selanjutnya adalah pemaparan definisi fitrah seksualitas dan pendidikan seksualitas. Dirangkai dengan penjelasan tujuan pendidikan fitrah serta tahapan pendidikan seksualitas anak.

Pada bagian akhir dijelaskan tentang betapa pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas anak. Pendidikan seksualitas pada anak dimulai dari rumah, dengan cara:
1. Tanamkan rasa malu
2. Tanamkan jiwa maskulin dan feminun sesuai gender
3. Pisahkan tempat tidur
4. Kenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu)
5. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin
6. Kenalkan mahramnya
7. Didik anak menjaga pandangan mata
8. Didik anak agar tidak melakukan ikhtilat (campur baur lelaki perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diperbolehkan syariat islam)
9. Mendidik anak agar tidak berkhalwat
10. Mendidik etika berhias, agar berhias tidak untuk kegiatan maksiat
11. Mengenalkan ihtilam dan haid

Sesi Tanya Jawab
1. Teh Prita
Pertanyaan:πŸ™‹πŸ»‍♀saya mau bertanya terkait ini teh..
faktor bawaan 40% disini maksudnya terkait kromosom kah atau karena orangtuanya seperti itu juga (bawaan psikologis) ?
lalu bagaimana kita mengantisipasi faktor bawaan ini, teh? terimakasih πŸ˜ŠπŸ™πŸ»
Jawaban:
Saya coba jawab yaa teh☺
Saya pernah membaca buku misteri DNA karya seorang profesor dri Jepang, inti yg sya tangkap dari buku itu adalah DNA kita itu membawa semua sifat yg bisa di ON/OFF kan gitu, nah yg membuat itu ON/OFF ada bbrapa faktor, faktor dari dalam (salah satunya. makanan) dan luar (seperti pergaulan dan pendidikan di lingkungan).
Kalo faktor bawaan maksudnya ada bbrapa orang yg lebih sensitif untuk lebih mudah di-ON kan sifat tertentunya, jadi caranya harus lebih dijaga faktor2 yg memicunya.
Kalo makanan sya belum tahu apakah untuk penyimpangan seksualitas ada makanan tertentu yg memicunya.
Tapi yg jelas dan insya Allah sudah kami sepakati adalah penguatan dari faktor pendidikan dalam rumah☺

2. Teh Juli
Pertanyaan:☝teteh2 mau tanya, apa yang harus qt lakukan untuk melundungi anak2 qt, bila pelaku LGBT tersebut ada dekat sekali  seperti bila itu ada di bagian keluarga dekat atau tetangga dekat, yg diluar penyimpangannya dia bersikap sangat baik secara sosial
Jawaban:
Dari pengalaman diri coba dijawab ya....
Jika hubungan (bonding) antara orang tua dan anak, lekat ,dekap, dekat  mereka akan memiliki imun yg kuat untuk mencegah hal yg tidak baik.
Bekali mereka dengan ilmu dan pemahaman agama yang cukup
Dan yang terpenting titipkan anak2 kita pada sang pemiliknya
Tambahan:
Mba diyah: 
Bekali anak utk tdk mudah diajak ikut org yg tdk dikenali atau keluarga.. Ajarkan utk menolak atau berkata tidak ajakan org lain,  atau menerima makanan dr org lain..
Tanggapan:
 Intinya teteup bonding ya teh dan ajarkan untuk berkata tidak, nuhun pisan kelompok growing mooms dan mba dyah😘😘
Sebenernya pertanyaan ini tercetus dari perkataan ponakan  yg notabene sudah besar dimana ada temannya ada yg cenderung melambai tapi baik banget akhirnya dia lebih permisif terhadap LGBT ini

3. Teh Lisna
Pertanyaan:teteh2 Growing Mom 😍
Dengan maraknya berbagai penyimpangan seksual, salah satunya pelecehan seksual yang pelakunya masih dibawah umur. sedangkan hukum yg berlaku di indonesia sendiri membebaskan tersangka dengan usia dibawah umur. Bagaimana menanggapi hal tersebut ?
Jawaban:
Pertama, untuk mengubah hukum perlu prosedur.
Tapi kita sebagai orang perlu paham apa penyebab itu terjadi.
Sehingga kita bisa membentengi anak-anak kita untuk tidak menjadi pelaku atau korban.
Jikalau pelakunya dibebaskan, semestinya ia tetap dalam pengawasan baik aparat hukum maupun pihak yang berkompeten dalam kasus tersebut seperti psikolog/psikiater/dokter.
Tambahan:
Teh Peppy: Jadi klo di pelajaran Biologi kelas XII itu ada satu bab tentang genetika..
Yang ppy tangkap dari bab tersebut adalah bahwa penyakit2 sosial semacam LGBT dan yang tadi kita bahas bersama tidak akan mempengaruhi bentukan kromosom dan kode genetik yang dibawanya (untuk kemudian diwariskan pada keturunannya).
Klo faktor makanan yanh dikonsumsi, itu memungkin sekali untuk terjadi perubahan genetik. Kita kenal sebagai mutasi gen

Penutup
Terinspirasi dari penjelasan surat al-Asr oleh ust. Nouman Ali Khan pada video tsb, sekarang ini masalah fitrah anak yang tidak tumbuh sebagai mestinya seolah-olah membuat kita tenggelam, salah satunya adalah fitrah seksualitas.
Kita tenggelam dengan rasa khawatir, galau, takut dengan bagaimana mendidik anak kita dengan lingkungan yang sudah banyak penyimpangan.
Jadi apa yang harus kita lakukan?
1. WAKE UP
Kita harus sadar dulu seperti apa permasalahannya, penyebab, akibat, bagaimana agama kita mengaturnya. Kita harus memperkuat iman kita.
2. SWIM
Ya, kita harus berenang = bergerak = berubah untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Dimulai dari diri sendiri.
3. TELL OTHER THE TRUTH
Masuk surga itu jangan sendirian yaaa, jadi jangan lupa ajak pada kebaikan orang terdekat, masyarakat lingkunganmu, semoga itu berefek lebih besar nantinya.
4. SABR
Semudah itukan tahap-tahapnya? Tidak… Teori yang kita pelajari di sini (mungkin) terlihat “gampang”, tapi sesugguhnya butuh kesabaran yang terus di-upgrade. Saling mengingatkan dalam kebaikan yaa teman-teman, dan harus sabarrr☺πŸ™πŸΌ

Minggu, 20 Mei 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume Presentasi Kelompok 4
Sabtu, 19 Mei 2018
Judul: Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak
Penyaji: Team Gen Khayra
Idea, Lilih, Leni

Penjelasan diawali dengan penjelasan pengertian fitrah seksualitas. 

Fitrah tersebut harus mengahadapi beberapa tantangan, diantaranya:

Tantangan internal (keluarga), meliputi: kondisi ekonomi dan pendidikan keluarga,  ketidakharmonisan keluarga

Tantangan eksternal (lingkungan): lgbt, kejahatan seksual, pergaulan bebas, pornografi

Untuk menjawab tantangan tersebut, hadirlah :
Pendidikan seks ala barat vs
Pendidikan seks ala islam

Sementara pendidikan seks di Indonesia saat ini dinilai masih ambigu dan hanya secara eksplisit masuk dalam pendidikan kesehatan reproduksi

Solusi untuk menjaga fitrah seksualitas secara Holistik yaitu diibutuhkan peran keluarga, peran  lingkungan masyarakat  dan peran negara.




Sesi Tanya Jawab
1. Teh Nurita
Pertanyaan:πŸ™‹πŸ»‍♀Terkait menanamkan jiwa feminin dan maskulin sesuai gender.
Bagaimana pandangan teteh2 mengenai mengajarkan anak laki-laki memasak? Kebanyakan chef terkenal juga dari kalangan pria nih, apakah ini berarti menanamkan jiwa feminin pada pria?
Dan bagaimana dengan kasus ini?
Teman anak saya (usia tk) senang sekali mengenakan pakaian seperti anak laki2. Bahkan saat semestinya memakai kebaya pun sepertinya dia enggan dan merasa tak nyaman. Bagaimana menghadapi kasus semacam ini. Nb. anak tsb sudah sering dinasihati neneknya untuk berpenampilan layaknya anak perempuan.
Jawaban:
Untuk mengajarkan anak laki2 memasak, menurut kami,  memasak bukan aktivitas yang khusus bagi perempuan saja...krn memasak adalah aktvtas yg dibutuhkan jg oleh laki2, Jadi tdk mengapa anak laki-laki pun diajarkan memasak.  Bahkan merupakan nilai plus,  jika anak laki-laki bs memasak, minimal bisa untuk dirinya sendiri, insya allah jg berguna untk membantu istrinya kelak.kalau menanamkan jiwa feminin ya tidak apa, karena seperti pemaparan kelompok sebelumnya anak laki2 perlu ditanamkan jiwa maskulin 75% dan jiwa feminin 25%
juga sebaliknya pada anak perempuan

Coba menjawab pertanyaan teh nurita yg kedua, 
Saran kami.. Utk anak perempuan yg enggan/tdk nyaman berpakaian perempuan.. Perlu dilihat dlu faktor penyebabnya..  Apakah krn dirumah anak laki2 semua..ataukah ibunya berpenampilan sprti laki2... Ataukah lingkunganny? 
Jk indikasi kuatnya krn faktor rumah.. Maka perlu dibenahi dr rumah... Mengenalkan bagaimana pakaian perempuan yang seharusnya,  
Usia tk blm bs berpikir konkret, jd ia akan berperilaku sesuai pemahaman yang ditanamkan... Jgn pernah lelah utk menanamkan pemahaman yg benar.. Dan jg memberi contoh... 
Lingkungan jg hrs mendukung.. Misalnya ga meledek... Ga mendukung dia berpenampilan tomboy...
Wallahu a'lam

2. Teh Maya
Pertanyaan:Anak usia 12-15 tahun kan sudah masuk pra pubertas. Anak2 sudah ada rasa suka dngn lawan jenis. Menurut kelompok Gen Khayra, bagaimana cara merespon anak yg curhat ttg rasa sukanya thdp lawan jenis? Dan bagaimana cara membatasi pergaulannya dgn lawan jenis? Terimakasih 😊
Jawaban:
Kami coba jawab yg ini yaa.. 
Pertama bersama anak ucapkan syukur karena dikaruniai fitrah yang sesuai, menyukai lawan jenis.
Kedua jelaskan bahwa rasa suka tidak selalu harus diungkapkan pada yang bersangkutan, atau pada teman krn nanti khawatir dibully. Cerita pada ibu saja.
Ketiga motivasi anak utk berkegiatan lain yg postif dan menyenangkan, mengalihkan dia agar tidak selalu meratapi perasaannya

3. Teh Nafsa
Pertanyaan: Tehs untuk menjaga fitrah anak harus secara holistik keluarga, lingkungan masyarakat, dan negara. Sedangkan pendidikan seks di Indonesia sendiri disebutkan masih ambigu. Menurut pandangan kelompok Gen Khayra, bagaimana semestinya peran negara agar fitrah seksualitas di indonesia tetap terjaga?
Jawaban:
Menjawab pertanyaan ini... Hmmm butuh pemikiran mendalam... Hehehe... 
Yg kami rasakan, peran negara sangat sangat penting..  Krn banyak fakta terjadi.. Anak2 qt jauh lebih dipengaruhi oleh lingkungan luar.. Trmasuk banyak pembiaran negara thd hal2 yg merusak fitrah seksualitas anak.. 
Mnrt kami, negara hts berkomitmen penuh utk menjaga fitrah seksualitas anak dengan upaya preventif dan kuratifnya... 
Preventif dgn menetapkan kebijakan meniadakan semua akses pornografi misalnya.  Ini mmg hanya bs dilakikan oleh negara.. Sangat sulit jika dibebankan kpd keluarga/komunitas. 
Kuratif,  yakni dengan sanksi tegas thd semua bentuk perusakan fitrah seksualitas anak, berupa kejahatan seksual, lgbt dll.. Krn jk tdk ada sanksi yg tegassss.. Para predator anak mana kapoook... 
Hanya saja... Saat ini agak mustahil.. Krn disatu sisi.. Kita ini negara dgn mayoritas muslim.. Dgn pemahaman islam yg SUPER ttg pendidikan seks ini.. Tp dalam tatarab peraturan.. Semua itu sulit diwujudkan.  Negara kita lebih mengiblat ke barat.. Dalam hal kebebasan.. Ham.. Dan teman2 nya.. 
Tp qt ga blh putus asa... Qt yakin masih banyak orang-orang yg soleh yg mau membangun negara ini lebih baik.. 
Mgkin itu tehhπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Penutup
Dalam menjaga fitrah seksual anak diperlukan usaha holistik dari keluarga, masyarakat dan negara. Keluarga merupakan fondasi utama pelindung anak-anak. Namun, adakalanya orangtua tidak selalu membersamai anak, maka    setelah usaha memastikan mereka selalu di tempat yang terbaik, kita panjatkan doa memohon perlindungan utk anak selalu. 

Sabtu, 19 Mei 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume Presentasi Kelompok 3
Jumat, 18 Mei 2018
Judul: Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak
Penyaji: Team Bunda Pembelajar
Ika Purlistyani, Kanty Kusumayanti, Nafsa Karima


Materi diawali dengan penjelasan definisi fitrah seksual, seberapa penting fitrah seksualitas untuk dibangkitkan diikuti dengan tantangan yang tengah dihadapi saat ini.

Fitrah seksualitas pada anak usia dini lebih ditekankan bagaimana memberikan pemahaman pada anak akan kondisi tubuhnya, pemahaman akan lawan jenisnya, dan pemahaman untuk menghindarkan diri dari kekerasan seksual.

Selanjutnya adalah pemaparan 9 cara untuk membangkitkan fitrah sekasalitas anak, yaitu dengan cara sebagai berikut:
1. Ajari anak tentang konsep aurat
2. Jelaskan adab kesopanan
3. Kenalkan konsep thaharah
4. Tanamkan jiwa feminin pada anak perempuan dan jiwa maskulin pada anak laki-laki
5. Ajarkan adab minta ijin dalam rumah tangga
6. Pisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan
7. Kenalkan konsep mahrom dan adab pergaulan
8. Didik anak tentang konsep menundukkan pandangan
9. Jelaskan ayat quran dan hadits berkaitan dengan penciptaan makhluk

Sesi Tanya Jawab
1. Teh Peppy
Pertanyaan: 
Bagaimana menghadapi anak yang kritis? Jawaban seperti apa yang sesuai untuk diberikan pada anak usia SD awal jika setelah diberitahu ayat al quran/hadits terkait pertanyaannya. Anak masih bertanya "Iya gimana itu kok bisa kayak begitu? Aku kok laki-laki. Adek perempuan. Kenapa beda?", misalnya.
Jawaban:
Hmmm... Mungkin penjelasannya bertahap..  Usia sd awal kan anak mulai berpikir konkrit ya..  Usia 7 tahun dianjurkan mulai sholat berarti  syariat lain juga mulai diajarkan..  Ada bab fiqh Dan Islam sbnrnya cukup gamblang menjelaskan ttg proses penciptaan manusia ( di al quran )..  Klo Saran kami mungkin dilakukan bertahap tetap sesuai usia Dan bisa sambil disandingkan belajar fiqh juga..  Wallahualam..

2. Teh Maya
Pertanyaan:
Saya mau bertanya terkait hal ini. Bagaimana cara mengatasi jika anak laki2 usia 4 tahunan lbh senang bermain boneka dan meniru kakaknya berdandan, krn keluarganya dan teman seumuran di lingkungannya banyak yang perempuan? Terimakasih.
Jawaban:
Anak usia 4 tahun masuk dalam rentang usia ini ya teh, di usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.
Menurut kami diusia tersebut tetap harus menghadirkan sosok ayah, jika jauh dari kakek/paman, bisa dengan kakak/ibu yang menemani melakukan kegiatan/permainan kelelakian seperti bermain mobil-mobilan atau bermain sepak bola. Atau menghadirkan sosok ayah lewat membacakan buku, bermain peran, dsb.

3. Teh Prita
Pertanyaan:  
Sebaiknya di usia berapakah seharusnya kakak-adik tidak mandi bersama teh?
juga ibu-anak?
Karena jujur, kalau kepepet terkadang saya masih suka mandi berdua dengan Nara walaupun sudah dikurangi porsinya. πŸ™πŸ»πŸ™ˆ
Jawaban: 
Saya coba jawab pertanyaan dari teh Prita, ini berhubungan sama etika melihat sesama mahram, kan ibu, adik, kakak adalah mahram.  Nah sebelumnya ternyata meskipun mahram tetap ada batasan yg boleh dilihat, klo laki laki kepada perempuan hanya yg terbiasa dilihat,misalnya leher,kepala, kedua telapak tangan, kaki ..jadi yg masih wajar.. Jadi yg biasa tertutup tetap tidak boleh terlihat sesama mahrom..

Nah kalau usia brpa sebaiknya tidak mandi bersama,  dibawah usia 7 tahun atau lbh kecil dari itu, sebelum anak terlalu mengenal aurat dewasa dan ada 'desiran syahwat' saat melihat..
Begitu teh mungkin Kira2..



Penutup

Jumat, 18 Mei 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume Presentasi Kelompok 2
Kamis, 17 Mei 2018
Judul: Menjawab Tantangan Seputar Fitrah Seksualitas Anak
Penyaji: Team Lebah Madu
Juli Romyati, Karissa Mayang, Neneng Novi

Materi diawali dengan definisi fitrah seksual, diikuti dengan alasan mengapa fitrah seksualitas perlu dibangkitkan.

Fitrah seksual adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati (Santosa, 2015).

Fitrah seksualitas perlu dibangkitkan agar anak laki-laki tumbuh dan berperilaku selayaknya anak laki-laki dan anak perempuan tumbuh dan berperilaku selayaknya perempuan (Seksualitas yang lurus).

Riset banyak membuktikan bahwa anak-anak yang tercerabut dari orang tuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, boarding school dll akan banyak mengalami
gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing, perasaan kehilangan attachment, depresi, dan kelak ketika dewasa memiliki masalah social dan seksualitas seperti homoseksual, membenci
perempuan dan sebagainya (Santosa, 2015).

Rasa ingin tahu anak yang besar tentang seksualitasnya pun menjadi alasan perlunya fitrah seksualitas dibangkitkan. Karena hal ini sudah Allah tanamkan di pikiran seseorang sejak ruh ditiupkan agar keberlangsungan manusia di dunia terjaga dengan baik. Maka, perkembangannya perlu dipastikan berjalan baik pula.

Sesi Tanya Jawab
1. Teh Prita
Pertanyaan: Apa respon yang tepat ketika anak aqil baligh kita bilang,
"Bunda, aku suka/naksir sama dia."
Jawaban:
Saat anak yang sudah aqil baligh berkata "Bunda, aku suka/naksir sama dia" bersyukurlah  ia bercerita kepada kita. Kemudian kita jelaskan bahwa  itu adalah perasaan yang wajar ketika masa pubertas. Pertama kali ucapkan alhadulillah karena ternyata kamu normal nak 😁 adalah fitrah manusia mulai menyukai lawan jenis pada umur aqil baligh. Saat itu juga menjadi kesempatan kita untuk mengenalkan konsep jodoh yang benar. orang tua harus bisa menjadi teman curhat yang baik dan menyenangkan tapi tetap meluruskan dengan

Ilmu agama yang berkaitan dengan mahram. 
Kita jelaskan bahwa dalam Al Quran ada aturan mengenai ini seperti kita tdk boleh mendekati zina dengan berdua duan dengan lawan jenis, jadi baiknya perasaan ini qt simpan ya sayang didalam hati sampai saat akan serius akan di khitbah.
Teh Kiki Barkiah dalam buku "5 Guru Kecilku" memberi contoh percakapannya dengan Ali, "Kalo Ali suka sama seseorang, Ali ga usah bilang dulu sama orangnya ya, gak usah cerita sama temen-temen juga, nanti diledek, ceritanya sama ummi aja ya.. Ali boleh suka sama seseorang tapi Ali ga boleh berduaan ya sama anak perempuan tanpa teman, ga boleh menyentuh perempuan yang bukan sodara, dan gak boleh sering sering diinget. nanti kalau sudah besar dan siap, baru Ali boleh menikah"

2. Teh Maya
Pertanyaan: Sesuai materi, usia 3-6 thn di dekatkan dgn ayah dan ibunya. Bagaimana jika pd usia tsbt, anak sudah kehilangan sosok ayah krn perceraian/meninggal? Apa dampaknya dan bgmn mengatasinya? Terimakasih 😊
Jawaban:
Anak bisa didekatkan dengan figur ayah selain ayah kandungnya, misal kakek atau pamannya yang bisa menjadi figur sosok ayah

Kita bisa belajar dari cerita Nabi Muhammad yang dibesarkan tanpa seorang ayah, tapi ada peran kakek dan pamannya yang luar biasa, yang terpenting figur ayahnya tersebut yang tidak hilang

3. Teh Ninik
Pertanyaan:  Kalau kita tahu anak terlihat ada penyimpangan seksualitas nya...
Apa tindakan pertama kita?
Karena kebanyakan lingkungan malah sudah melabeli nya.
Jawaban: 
Mungkin pertama-tama kita  telaah terlebih dahulu penyimpangan seksual seperti apakah yang terjadi, sehingga kita bisa menemukan solusi yg tepat,
Tapi yang terpenting adalah dekati anaknya rangkul dia dulu buat dia merasa nyaman berbicara tentang penyimpangannya apa yang menjadi penyebab itu terjadi. poin kehangatan keluarga sangat berperan di titik ini.
apabila memang qt tidak sanggup untuk meyelesaikannya maka bisa meminta bantuan pakar yang tepat dibidangnya seperti bantuan seorang psikolog

Penutup
Mengetahui tahap demi tahap perkembangan seksualitas anak membantu kita dalam mengaping tumbuhnya fitrah seksual anak,
fitrah seksual yang tumbuh paripurna membentengi anak2 kita dari masalah sosial dan seksual seperti  penyimpangan LGBT, lelaki yang lemah tdk mampu menjadi pemimpin keluarga dan masalah2 lainnya

Kamis, 17 Mei 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume Presentasi Kelompok 1
Rabu, 16 Mei 2018
Judul: Fitrah Seksualitas Anak
Penyaji: Team Lemari Ibu Petualang
Leti Nuraini, Maya Dewi, Prita Annisa

Materi
Paparan dimulai dengan memberikan penjelasan definisi fitrah dengan merujuk pada Al Qur’an Surat Ar Rum ayat 30.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"

Dilanjutkan dengan penjelasan definisi fitrah seksualitas. Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Selanjutnya adalah penjelasan prinsip fitrah seksualitas, yang mencakup:
1. Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)
2. Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.
3. Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

Tujuan Pendidikan Fitrah Seksualitas, yaitu:
1. Membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya. 
2. Mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya. Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
3. Mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.

Cara membangkitkan fitrah seksualitas menurut tahapan usia:

Tahap Usia 0-2 tahun
Anak lelaki maupun anak perempuan lebih didekatkan kepada Ibu karena masa menyusui. Menyusui adalah tahap awal penguatan semua konsepsi fitrah termasuk fitrah keimanan dan fitrah seksualitas.


Tahap Usia 3-6 tahun
Ini adalah Tahap Penguatan Konsepsi Gender dengan Imaji imaji positif tentang gendernya masing masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Ayah dan Ibu harus hadir pada fase ini. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga menyebut gendernya di usia 3 tahun.


Tahap Usia 7-10 tahun
Ini tahap Penyadaran Potensi Gender dengan beragam aktifitas yang relevan dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan potensi kelelakiannya langsung dari Ayah. Anak lelaki lebih didekatkan ke Ayah. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib. Begitupula anak perempuan lebih didekatkan ke Ibu untuk disadarkan peran keperempuanannya dalam kehidupan sosialnya. Indikator di tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.


Tahap 11-14 tahun
Ini tahap Pengujian Eksistensi melalui ujian dalam kehidupan nyata. Anak lelaki yang telah sadar potensi kelelakiannya kini harus diuji dengan memahami mendalam lawan jenisnya langsung dari ibunya. Maka anak lelaki di tahap ini lebih didekatkan kepada ibunya agar memahami cara pandang perempuan dari kacamata perempuan (dalam hal ini ibunya). Anak perempuan juga sebaliknya, lebih didekatkan ke ayahnya agar memahami mendalam bagaimana cara pandang lelaki dari kacamata lelaki (dalam hal ini ayahnya). Indikator di tahap ini adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ibu.


Tahap > 15 tahun
Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Ini adalah masa AqilBaligh atau anak bukan lagi anak anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah Mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati. Semua ulama sepakat bahwa anak pada tahap ini sudah tidak wajib lagi dinafkahi, jikapun masih dinafkahi itu karena statusnya fakir miskin. Maka kewajiban orangtualah untuk mengantarkan anak anak mereka untuk aqilbaligh sempurna dan mencapai peran peradaban bukan hanya dalam profesi namun juga untuk berperan menjadi ayah sejati dan ibu sejati.

Beberapa contoh tantangan terkait gender:
- Anak perempuan bersikap tomboi
- Anak usia 8 tahun mengaku sudah punya pacar
- Menghadapi pubertas pada masa remaja
- Perbedaan perlakuan antara anak laki-laki dan perempuan

Problem Perilaku Seksualitas
- Penyimpangan seksual
- Lemahnya moralitas pada remaja dan pemuda

Solusi Menghindari Masalah Seksualitas
1. Membekali pendidikan seks dan fiqih pada anak
2. Memberi batasan mengendalikan pandangan dan menutup aurat
3. Meminta izin
Fase 1
yaitu Islam mentoleransi anak yang belum dewasa, memasuki kamar orang lain, terutama kamar kedua orangtuanya, kecuali pada 3 waktu, yaitu sebelum sholat subuh, ketika melepas lelah pada siang hari, dan setelah shalat Isya. Ketiga waktu ini adalah aurat sehingga siapapun, bahkan anak-anak yang belum balig, tidak dibenarkan memasuki kamar orang lain ada waktu-waktu tersebut.
Fase 2
yaitu setelah anak berusia dewasa dan permulaan fase taklif. Dalam hal ini, meminta izin yang mencakup seluruh waktu.
4. Pemisahan tempat tidur anak
5. Tempat tinggal yang layak
6. Membatasi dan mengawasi penggunaan gadget pada anak
7. Pengenalan dengan media edukasi.

Ada beberapa media edukasi atau alat peraga untuk mengenalkan fitrah seksualitas pada anak, diantaranya dengan:
1. Mengenalkan organ tubuh dan perbedaan alat kelamin laki laki dan perempuan dengan media boneka atau poster
2. Mengenali ciri ciri laki laki dan perempuan dalam segi penampilan dengan media gambar
3. ‎Mengenalkan video video edukatif untuk mencegah bahaya seksualitas,seperti link video berikut :

Sesi Tanya Jawab
1. Teh Neneng
Pertanyaan: Bagaimana menyikapi orang dewasa yang sudah terlanjur menyimpang dari fitrahn seksualitasnya?
Jawaban:
Jika sudah mengalami penyimpangan seksual, ada beberapa hal yang perlu digali dulu inti masalahnya, salah satunya:
1. pola asuh --> bagaimana kedekatan ortu dan anak pada usia di bawah 7 tahun.
2. Bisa dilakukan terapi behaviour dan konseling keluarga, terapi dan koseling ini bisa dilakukan bersama ahli, misalnya bersama psikolog.
3. Kerjasama dari berbagai pihak, yaitu keluarga, lingkungan dan ahli untuk meluruskan penyimpangan ini
4. Inti masalahnya bukan hanya dari pola asuh, tapi apakah ada traumatik masa kecil? jika ada, obati dulu trauma nya.

2. Teh Peppy
Pertanyaan: Terkait media edukasi, saya terpikir untuk menggunakan kegiatan berkisah dan read aloud sebagai salah satu media. Nah, saat saya searching judul buku cerita yang menunjang saya menemukan sebuah buku yang katanya children book yang berjudul "Mommy Laid an Egg" dimana di dalamnya terdapat ilustrasi tokoh ayah & ibunya sedang melakukan hubungan intim.
Bagaimana tanggapan teteh2 mengenai buku ini?
https://youtu.be/EmiYsh3CkMk
Ini merupakan video read aloud bukunya.
Jawaban: Menurut pendapat kelompok kami, ilmu tentang seks sangat penting dan harus disampaikan kepada anak2 kita sesuai dengan tingkatan umurnya. Pada usia 2-7 tahun,anak harus mengerti mengenai tubuhnya,jenis kelaminnya dan perbedaan alat kelamin laki laki dan perempuan juga fiqih mengenai bersuci. Setelah usia 7-10 tahun ke atas, anak boleh di ajarkan mengenai sperma,mandi basah dan mandi wajib..
Pada link youtube yang di share, kami sempat melihat..pelajaran seks education spt itu cocok untuk diajarkan anak di atas 10 tahun karna ada beberapa anak yang sudah menjalani masa pubertas sehingga sangat penting pendidikan seksualitas seperti itu diajarkan sehingga mereka tidak terjerumus dlm pergaulan bebas. Namun tentu saja harus dengan pembekalan ilmu agama juga sehingga mengerti mana yang haram mana yang halal

3. Teh Lisna
Pertanyaan:  Bagaimana pandangan dari Lemari Ibu Petualang mengenai maraknyanya LGBT dan transgender jika dikaitkan dengan materi yang telah disampaikan ?
Jawaban: Kemungkinan, penyimpangan seksual tersebut terjadi karena pendekatan yang kurang maksimal di setiap tahapan usia, yang membuat anak bingung dengan gendernya.
Kita pun pernah mendengar istilah fatherless generation, dimana sebuah keluarga hidup tanpa ayah. Dan tanpa ayah disini bukan fisik, melainkan jiwa. Sehingga anak mencari sosok ayah di tempat yang lain, yang seringkali tidak tepat

4. Teh Ninik
Pertanyaan: Berhubungan dengan yg ke 5 ini teh... (Tempat tinggal yang layak..) gimana solusinya bagi keluarga yang ekonomi nya agak kurang dan mereka ngontrak hanya 1 kamar?
Jawaban: Sy bantu jawab teh. Jika kondisi rumah yg seperti ini, ortu bisa membuat sekat2 pada rumah tersebut, agar tetap ada pemisahan tempat tdr teh.
Tanggapan: Terimakasih teh jawabnya... semoga bisa membantu ibu yg curhat sama saya.. memungkinkan nggak dikamarnya dibuat skat2πŸ™�❤

5. Teh Juli
Pertanyaan: Apakah fitrah seksualitas tetap bisa di bangkitkan pada anak2 yang berada di panti asuhan atau yang boarding school, odan apakah ada perbedaan fitrah seksualitas yg tumbuh karena kedekatan dengan orangtua dan yang tumbuh selain dengan orangtua
Jawaban: (belum terjawab)

Penutup
Memaksimalkan diri untuk mendidik anak adalah satu-satunya yang bisa kita lakukan.
Kita tidak bisa memungkiri adanya hal tidak baik diluar sana, kita tak bisa cegah hal itu terjadi. Tapi, kita BISA memberikan imun untuk anak kita, agar kuat menghadapi dunia. ♥





Minggu, 14 Januari 2018

My Journey: Bintang Keluarga day10

Kekurangan saya adalah kurang suka beraktivitas fisik di luar rumah, akhir pekan biasanya saya hanya melatih kekuatan kaki kecil anak-anak dengan berjalan-jalan agak jauh di sekitar rumah. Saya sangat jarang mengajak mereka melakukan olahraga seperti main bola di halaman. Biasanya peran ini diambil oleh suami saat kami belum mengalami ldm seperti kini.

Padahal selain lego dan puzzle, dede terlihat bersemangat bila diajak bermain fisik. Kadang tiba-tiba saja saya dan dede sudah telibat dalam 'perang' lempar bola, bila sudah begini dede terlihat sukar berhenti bermain.


Ada dua kesempatan yang membuat mata saya terbuka, yakni saat berkunjung ke villa istana bunga dan ke Depok kemarin, ketika dede berkesempatan bermain bola di luar ruangan. Gerak lincah dan semangatnya menggambarkan bagaimana ia menyukai kegiatan ini. Agak sulit memintanya berhenti bila sudah mulai bermain.

Yang terlintas kini, adalah menggali perasaannya dan berusaha memfasilitasinya bila diperlukan.
-----------------------------